Sehari Bersama Tantri Kotak, Vokalis Bersuara Wow



foto 
Jakarta - Anggun berikutnya. Begitu pengamat musik Deny Sakrie menjuluki Tantri Syalindri Ichiasari, vokalis Kotak. Sebagai vokalis rock, kualitas suaranya sungguh cakap. Serak, seksi, bernada tinggi, serta bertenaga. "Tantri itu Anggun C. Sasmi. Tetapi ada karakter Nicky Astria-nya juga," ujar Deny, pekan lalu.

Pengamat musik Bens Leo menahbiskan dara kelahiran Tangerang, 9 Agustus 1989, itu sebagai kiblat vokalis rock saat ini. Terlebih saat kelompok musik sejenis Kotak belum kembali ke performa terbaiknya. Faktor itulah, kata Leo, yang membuat Tantri tidak memiliki pesaing. Ia mengatakan, gaya Tantri di Kotak sudah banyak ditiru kelompok musik baru. "Tantri telah menjadi trend setter saat ini," katanya.

Pujian tidak hanya datang dari musisi dalam negeri. Suara emas Tantri juga dipuji Pierre Bouvier, vokalis kelompok musik rock asal Kanada, Simple Plan. Bouvier menyampaikan rasa kagumnya saat berduet membawakan lagu Jet Lag, single teranyar Simple Plan, di Istora Senayan, beberapa waktu lalu. "Wow. Suara dia (Tantri) keren, ya," Bouvier berteriak kepada penonton sambil mengajak mereka memberi tepuk tangan untuk Tantri.

Tantri bergabung dengan Kotak pada 2007. Vokal Tantri membuat Kotak meraih penghargaan sebagai Grup Pendatang Baru Terbaik Versi Anugerah Planet Musik 2009. Pada tahun yang sama, Kotak dinobatkan sebagai Most Favourite Breakthrough Artist. Album Kotak Kedua, yang dirilis pada Mei 2008, juga menjadi album rock terbaik di perhelatan Anugerah Musik Indonesia ke-12. Kala itu album Kotak Kedua berhasil terjual 30 ribu kopi.

Hujan pujian dan penghargaan tak membuat Tantri lupa diri. Ia tetap sederhana dan setia dengan gayanya yang ramah dan suka membanyol. Rasa menjadi pujaan baru di dunia musik begitu terasa dalam nadi kehidupannya. Kesibukan yang luar biasa nyaris tak memberinya ruang untuk kerap bersama keluarga dan kekasihnya, Hatna Danarda, vokalis NAFF. Ia juga terbiasa kurang istirahat, ketika melawat dari satu pentas ke pentas berikutnya, dari satu kota ke kota berikutnya.

Jumat pekan lalu, Dini Mawuntyas, Heru Triyono, dan fotografer Wisnu Agung Prasetyo dari Tempo berkesempatan mengikuti kegiatannya, mulai pagi di Surabaya hingga dini hari di Jakarta.

Pukul 09.00 WIB
Hotel Santika, Jalan Pandegiling, Surabaya, Jawa Timur

Pagi itu ia mengenakan kaus hitam, celana tiga perempat berwarna senada, dan sepatu pantofel biru tua. Pagi itu ia memulai hari dengan sarapan, bersama basis Kotak, Swasti Sabdastantri alias Chua. "Kali ini adanya soto, ya, makan soto saja," katanya.

Sambil menyantap soto, ia mengungkapkan, dirinya tak rewel dalam urusan makanan. Namun ia lebih menggemari makanan warteg dibanding sajian restoran atau hotel. Bakso dan mi ayam adalah makanan favoritnya....
Makanan adalah hal yang mahapenting bagi seorang Tantri. Untuk menjaga suara, ia banyak makan buah. Ia pantang minum air es serta makan gorengan.

Demi suara pula, ia menjaga jam tidurnya. Juga demi stamina. "Kalau kurang tidur, membawakan beberapa lagu sudah ngos-ngosan," ia menambahkan. Tantri biasanya tidur delapan jam untuk tetap fit.

11.10

Ditemani Chua, Tantri turun menuju lobi hotel. Ia segera bergabung dengan 13 personel dan kru Kotak lainnya. Para kru ini menamakan diri Kotak-katik.

Tanpa riasan wajah dan mengenakan kacamata hitam, Tantri menyeret sendiri koper hitamnya yang bergambar Mickey Mouse. Sembari mengunyah apel, Tantri bersenda-gurau dengan personel lainnya. Ia juga sempat meladeni permintaan foto bareng seorang perempuan yang menggendong anak balita. Malah, Tantri tak segan menggendong balita tersebut, meski balita tersebut langsung menangis kencang begitu berada di tangannya. "Wah-wah jago akting ini adiknya, habis nangis, ketawa-ketiwi," kata Tantri sembari mencubit kecil pipi balita tersebut.

Surabaya adalah salah satu daerah yang memiliki fan terbesar Kotak. Kerabat Kotak sering melakukan kegiatan sosial. Kecintaan mereka pada Kotak sering kali diwujudkan dalam usaha bisnis para fan. Ada fan yang menamakan usahanya dengan Bakso Kotak, Martabak Kotak, dan Siomay Kotak. Kota lain di mana banyak fan Kotak adalah Aceh, Tangerang, Yogyakarta, dan Cirebon.

Pada pukul 11.38, mobil penjemput datang. Tantri dan teman-teman pun menuju Bandara Juanda untuk terbang ke Jakarta untuk berpentas pada malamnya.

15.10
Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten

Sebelum meninggalkan bandara, Tantri menyempatkan menyapa fan dari Kerabat Kotak yang setia menunggu di seberang Terminal I Bandara. Setelah itu, ia dan rekan-rekannya langsung menuju kantor Warner Music Indonesia di Gambir.

Belum jauh dari bandara, nama-nama makanan sudah digumamkan Tantri. "Lapar nih, lapar," ujarnya. Tantri, Chua, dan Cella (gitaris Mario Marcella) kemudian meminta dipesankan bakso dan siomay untuk disantap di kantor. Lalu, semua mulai berseru secara bergantian untuk memesan. "Aku bakso, sama banyakin pangsitnya," kata Tantri, yang kembali duduk di samping sopir. "Saya juga ya, Mas," kata Chua, cempreng.

Selama perjalanan, Tantri banyak berkisah. Ia mengaku pernah beberapa hari susah tidur dengan baik. Bukan karena kecapekan atau kurang makan, melainkan akibat kesalahan saat operasi gigi. Alat operasi yang digunakan untuk mencabut gigi bungsunya yang miring ternyata tidak bersih. "Bakteri di alat itu juga membuat saya radang tenggorokan," ujar Tantri. Sakit itu sempat membuat jadwal pentas beberapa waktu lalu batal. Suara indahnya pun rusak.

Suara indah anak sulung dari dua bersaudara ini sudah terlihat sejak kecil. Ayahnya yang punya perhatian mengajarinya menyanyi. Sang ayah, Dally Syambas, juga membelikannya VCD Anggun C. Sasmi dan Nicky Astria.

Tantri Kotak 








Pengalaman pertama menyanyi di depan umum adalah saat ia memperkuat paduan suara sekolahnya, SMP Negeri 13 Tangerang. Dari situ dia mengenal not balok. Melihat potensi besar dalam diri Tantri, ayahnya kian serius membantunya dengan memasukkan dia ke sekolah vokal.

Saat SMA pada 2003 Tantri ikut audisi vokalis band perempuan, Athena. Bareng band ini dia sempat membuat album yang hanya beredar di Tangerang. Bersama Athena, Tantri pernah menyabet gelar vokalis terbaik dalam festival musik yang digelar di Tangerang. Pada 2005 barulah Tantri ikut audisi Dream Band.

Tantri sendiri bergabung dengan Kotak pada 2007, menggantikan Pare, vokalis sebelumnya.

16.30
Kantor Warner Music Indonesia di Gedung Alia, Gambir, Jakarta Pusat

Tantri dan teman-teman langsung disambut bakso pesanan. "Mantap," kata Tantri, yang langsung makan bareng dengan Chua di salah satu ruangan kecil.

Setelah makan, ia memasuki ruangan Aldi Novianto, Manajer Artis Warner Music Indonesia. Keduanya membicarakan jadwal padat yang akan dijalani Kotak sepekan ke depan. Destinasi Kotak berikutnya adalah Pekan Baru (Riau), Medan, dan Binjai (Sumatera Utara), juga Ambon (Maluku). "Wah, padat sekali," kata Tantri sembari menggelengkan kepala. Tapi ia tetap tersenyum.

Menjelang malam, Tantri pulang ke tempat kosnya di Tebet, Jakarta Selatan, untuk istirahat sebelum pentas pada malamnya.

23.30
Delta CD's Club, Pondok Indah

Di sebuah ruang karaoke di Delta Club and Karaoke Pondok Indah, Tantri, Chua, dan Cella berkumpul. Mereka bertiga melakukan relaksasi bersama para kru dan manajer menjelang berpentas. Malam itu dandanan Tantri tampak gahar, tapi tidak menghilangkan sisi femininnya. Paduan warna hitam-hitam pada setelan pakaiannya menonjolkan kesan rock. Dipertegas dengan eye liner tajam dan sarung tangan yang membentuk kesan Gothic pada dirinya. Tantri pun sempat ditemani Hatna Danarda, kekasihnya.

Sebelum naik panggung, Tantri memesan teh manis hangat. Ia mengaku tidak menyukai minuman beralkohol. "Tidak. Aku tidak minum," ujarnya.

Sepuluh menit menjelang pementasan para personel dan kru Kotak berdiri membentuk lingkaran dan saling merangkul. Mereka memulai pentas dengan berdoa bersama.

Di area pertunjukan, para penonton bersorak menyambut Kotak. Chua dan sang penggebuk drum tambahan, Yadiael Luntungan, menaiki panggung terlebih dulu. Tanpa ba-bi-bu, keduanya langsung memainkan intro dari single pertama berjudul 07. Semangat penonton kian bergelora ketika melodi gitar Cella menyambar. Agak lama, barulah sang vokalis berlari menuju tengah panggung. Energetik. "Nyanyi bareng, ya," ajak Tantri.

tempo.co

Posted by nurwahidin612 on 04.37. Filed under , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry