Data Pengguna Media Sosial di Cina Harus Asli

Beijing: Pemerintah Cina mengharuskan pengguna jejaring sosial menggunakan identitas asli dalam akunnya. Bagi mereka yang tidak beridentitas asli, Negeri Tirai Bambu itu akan memberikan tenggat waktu kepada media sosial lokal hingga 16 Maret untuk memenuhinya.

Microblogging terpopuler Cina, Weibo, memperkirakan 60 persen penggunanya sudah mendaftarkan identitas asli mereka hingga batas waktu yang ditentukan pemerintah. Weibo, situs jejaring sosial seperti Twitter memungkinkan pengguna mem-posting pesan singkat serta mengumpulkan followers dan memiliki 250 juta pengguna.

Para pengguna sering menggunakan jejaring sosial itu untuk membicarakan topik yang dianggap pemerintah sensitif, seperti korupsi dan status Taiwan.

Pada Desember lalu, pemerintah kota Beijing mengeluarkan aturan bagi microblogging di kota itu termasuk yang dikelola Sina Corp tersebut. Pemerintah meminta agar dalam waktu tiga bulan penggunanya sudah mendaftarkan identitas asli mereka.

Pengguna juga harus menyertakan nomor telepon selulernya dalam akun Weibo dan hanya yang diverifikasi yang diperbolehkan mengirim pesan pendek. Sina mengatakan kebijakan itu merugikan platformnya.

"Kami memperkirakan bahwa dengan tenggat waktu itu, mayoritas pengguna kami, sekitar 60 persen dari mereka telah selesai mendaftarkan identitasnya," kata Liu Qi, seorang juru bicara Sina dikutip Reuters.(liputan6.com)

Posted by nurwahidin612 on 08.27. Filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

0 komentar for "Data Pengguna Media Sosial di Cina Harus Asli"

Leave a reply