Bayi Berliur Kristal Bisa Dibuktikan secara Ilmiah
MALANG
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Malang dr. Subagyo mengatakan
kejadian air liur bayi yang mengeras berubah menjadi kristal sesuatu
yang bisa dijelaskan secara ilmiah.
"Hal itu bukan tidak masuk
akal. Itu namanya batu liur. Batu liur itu memang ada. Bisa keluar
khusus pada kelinjer, dan bisa mengkristal. Itu sangat memungkinkan.
Tapi jarang terjadi," jelasnya ketika dihubungi Kompas.com. Senin
(19/3/2012).
Sebelumnya dilaporkan, Rafael (1), anak dari pasangan
Hariadi (38) dan Leni Marliani (35) yang tinggal di Perumnas Tumpang
Permai, Blok P11 RT 14 RW 04, Desa Jeru, Kecamatan Tumpang, Kabupaten
Malang, Jawa Timur mengalami keanehan tersebut. Air liurnya seketika
berubah menjadi kristal bulat.
dr. Subagyo mengatakan, apa yang
menimpa Rafael adalah salah satu jenis kelainan, namun tidak terlalu
membahayakan pada bayi. Efeknya pada sistem pencernaan karena air
liurnya menjadi kurang optimal.
"Kalau terjadi demikian, fungsi air liurnya terganggu dan kualitas liurnya tidak normal," jelasnya.
Namun, ketika ditanya apa penyebabnya, dr. Subagyo belum bisa menjelaskan. Hal tersebut harus dilakukan tes di laboratorium.
"Saya belum berani menyimpulkan," jelasnya.
Diwartakan
sebelumnya, kali pertama perubahan air liur menjadi kristal itu
terjadi pada 14 Febuari 2012 lalu. Pada Jumat 17 Febuari 2012 lalu,
sang ibu, baru betul-betul sadar jika anaknya menyimpan keanehan yang
baru diketahuinya.
Sejak beredar kabar tersebut, rumah orang tua
bayi berliur kristal rame dikunjungi warga berbagai daerah. Menurut
pengakuan ibu Rafael, Leni Marliani, hingga Senin, rumahnya masih terus
didatangi warga yang ingin tahu kondisi anaknya
"Sampai saat ini sudah ada 104 kristal yang keluar," kata Leni
kompas.com