Apakah ini Negara Preman?
Angka premanisme di negeri ini semakin meningkat. Salah satu
representif dari premen adalah John Refra Kei yang diringkus beberapa
waktu lalu. Beberapa waktu lalu sedikit dapat melegakan nafas masyarakat
terhadap aksi premanisme namun, tak lama setelah itu aksi premenisme
kembali terjadi dengan penyerbuan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat
(RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta Pusat. Padahal RSPAD ini merupakan rumah
sakit milik TNI Angkatan Darat dan terletak tidak jauh dari pos polisi
yang seharusnya sudah dapat dicegah oleh aparat polisi.
Polisi memiliki tim intel dan reserse untuk pendeteksian secara dini
akan adanya tindak kekerasan. Berdasarkan analisis ini, disinyalir
adanya pelegalan premanisme ini memang dipelihara oleh oknum aparat
kepolisian sendiri. Aksi premanisme ini sangat meresahkan masyarakat,
selain ancaman yang dilayangkan, merekapun melakukan tindak kekerasan.
Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya aksi premanisme ini
adalah penegakkan hukum yang lemah dan bertele-tele sehingga menganggap
bahwa masalah dapat diselesaikan dengan cepat oleh premanisme ini.
Selain itu, faktor ekonomi dengan sulitnya mencari pekerjaan dan tidak
meratanya distribusi secara merata dan adil, sedangkan biaya hidup
semakin tinggi. Kemudian hukum di dunia ini tidak menimbulkan efek jera
bagi para pelakunya. Hal yang paling mendasar dari penyebab adanya
premanisme adalah ide sekulerisme-kapitalisme yang memisahkan agama dari
kehidupan. Tidak ada lagi rasa takut untuk melakukan kemaksiatan.
Dalam Islam, tiap individu akan dibina dengan aturan Islam, selain
itu, hukum berperan sebagai pencegah dan pemberi efek jera bagi para
pelakunya. Ekonomi yang diterapkan pun adalah aturan Islam, tidak ada
riba, emas sebagai standar keuangan, negara wajib menyediakan lapangan
kerja bagi warga negaranya. Aturan kehidupan yang diterpakan sudah
seharusnya aturan dari Sang Pencipta kita, Yang Maha Mengetahui
hamba-Nya. Menerapkan aturan Islam adalah suatu kewajiban. Didalamnya
sudah pasti terdapat banyak kebaikan kita sebagai makhluk-Nya.
Demikian surat pembaca ini saya sampaikan. Mudah-mudahan bermanfaat
dan dapat diterbitkan. Atas perhatian Anda saya ucapkan terimakasih.
http://www.sabili.co.id/